Kiat Sukses Menjalani Ramadan

Foto Indil Setiawan, M.Pd.
×

Kiat Sukses Menjalani Ramadan

Bagikan opini

Oleh  Indil Setiawan, M.Pd.Pengurus IPTI Padang / Dosen UIN Sjekh M. Djamil Djambek Bukittinggi

Di dalam bulan Ramadan tentu semua orang muslim harus menjadikan kesempatan ini sebagai suatu wadah untuk memberikan bekal kepada diri agar menjadi lebih baik lagi.Tentu harus menggunakan sebaik mungkin kesempatan di dalam bulan Ramadan ini ,karena bulan Ramadan itu mengandung banyak hikmah dan banyak sekali keutamaan yang ada di dalamnya. Namun bulan Ramadan itu dia cepat sekali selesainy, hanya sekitar 29-30 hari saja tidak lebih dari itu maka ketika tidak mampu menemukan hikmah, dan seluk beluk ragam amal yang ada di dalamnya pasti akan menjadi rugi sekali, Ramadan akan berlalu begitu saja tanpa mendapatkan apa-apa nyaris tanpa ada amal dan kenangan yang berarti.

Setidaknya ada Lima kunci sukses Ramadan yang apabila dilakukan akan menjadikan Ramadan lebih berarti dan memiliki kualitas. Dengan 5 hal tersebut, bisa meniti hari-hari umat islam dalam bulan Ramadan dengan mengisi amal-amal yang disyariatkan.Adapun yang lima itu adalah:

Pertama, menghayati hikmah dan manfaat puasa. Jika seseorang memahami hikmah manfaat dan maksud dari apa yang dikerjakan, maka mestilah dia melakukan itu dengan ringan dan senang hati. Dan begitu juga dengan orang-orang yang berpuasa di bulan Ramadan jika dia tahu apa manfaat, maksud dan hikmah yang didapatkan ketika melakukan puasa dan amalan lainnya pasti dia melakukan puasa dengan ringan dan penuh kekhusyukan.Di antara hikmah puasa antara lain adalah: Menjadi madrasah ketakwaan dalam diri, sebagaimana isyarat Al-Quran ketika berbicara kewajiban puasa, yaitu la’allakum tattaqun .. agar supaya engkau bertakwa. Hikmah puasa yang lain adalah menggugurkan dosa-dosa yang terdahulu, sebagaimana disebutkan dalam banyak riwayat seputar keutamaan ibadah puasa Ramadhan.

Hikmah puasa berikutnya tentu saja menjadikan kemuliaan tersendiri bagi yang menjalaninya saat hari kiamat nanti. Jangankan amal ibadahnya, bahkan bau mulut orang yang berpuasa pun menjadi tanda kemuliaan tersendiri di akhirat nanti. Subhanallah, Rasulullah SAW bersabda yang artinya “ Sungguh bau mulut orang yang berpuasa, lebih wangi di sisi Allah SWT dari aroma kesturi “ (HR Bukhori).Dengan memahami hikmah puasa yang begitu besar dan mulia, maka membuat lebih semangat dalam menjalani hari-hari dalam bulan Ramadhan.

Kedua Mengetahui fiqh dan aturan-aturan dalam Ibadah Puasa. Dari Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda :“seorang faqih (ahli ilmu agama) lebih ditakuti syetan dari pada seribu ahli ibadah (tanpa ilmu) “. (HR Ibnu Majah). Sesuai dengan yang disampaikan dalam hadis di atas bahwasanya urgensi ilmu sangat penting sekali dalam melakukan ibadah karena ilmu adalah salah satu syarat diterimanya suatu ibadah. Begitu juga dengan hukum fiqih yang terkait dengan puasa para ulama menjadikan puasa ini babnya tersendiri yang membahas tentang fiqih puasa dari mulai syarat-syarat berpuasa sampai kepada hal-hal yang membatalkan dan merusak ibadah puasa.Artinya umat Islam harus banyak membaca mengkaji ulang dan banyak bertanya jika ada suatu hal dalam fiqih puasa yang belum diketahui atau yang masih ragu, seperti banyaknya keraguan di antara semua tentang apakah menggosok gigi di siang bulan Ramadan membatalkan atau hanya sampai kepada merusak ibadah puasa. Atau seperti bagaimana jika meneteskan obat mata atau obat telinga apakah membatalkan puasa atau tidak.

Ketiga adalah menjaga puasa agar tetap utuh pahalanya. Yang dimaksud dengan menjaga puasa adalah upaya agar pahala puasa kita tetap utuh. Setidaknya ada dua cara dalam menjaga puasa yaitu menjalani atau melakukan sunah-sunah puasa dan menjauhi hal-hal yang mengurangi pahala puasa.Adapun bentuk-bentuk sunah-sunah puasa itu seperti mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka. Sunnah yang sederhana ini adalah salah satu bentuk kemudahan dan keindahan Islam itu sendiri. Begitu juga dengan hal-hal yang bisa mengurangi pahala puasa, banyak sekali hal-hal yang bisa mengurangi pahala puasa seperti barang yang berlebihan, bohong, memfitnah orang, membunjing, menyakiti perasaan orang lain, iri hati, dengki dan lain sebagainya.

Keempat adalah Menghias Puasa dengan Ragam Amal yang disyariatkan dalam Ramadhan Sesungguhnya ibadah dalam bulan Ramadhan bukan hanya puasa saja. Namun banyak sekali ibadah-ibadah yang ada pada bulan Ramadan ini ada yang khusus hadirnya ketika datangnya bulan Ramadan dan ada ibadah-ibadah yang biasa kita lakukan di bulan-bulan yang lain namun pada bulan Ramadan ini pahalanya dilebihkan atau dilipatgandakan oleh Allah oleh karena itu hiasilah puasa dengan banyak melakukan amalan-amalan yang baik seperti memperbanyak membaca Alquran atau boleh jadi mentadaburinya sehingga kita mendapatkan nilai dari ayat yang dibaca dan mampu dijadikan sebagai petunjuk dalam hidup, dan juga seperti qiyamul lail salat tarawih yang adanya pada bulan Ramadan saja ini salah satu bentuk ibadah yang akan menghiasi puasa di bulan Ramadan ini, bersedekah. Membayar zakat fitrah ini adalah amalan-amalan soleh yang biasa dilakukan pahalanya akan dilipatgandakan dan juga akan menjadikan Ramadan kita lebih memiliki kualitas terbaik sehingga keluar dari bulan Ramadan memiliki kenangan yang luar biasa dan mampu menjaga diri agar tetap istiqomah melakukan ibadah-ibadah sholeh lainnya.Langkah sukses yang terakhir atau kelima adalah Mempertahankan atau menjaga semua amal dengan istiqomah hingga akhir Ramadhan.

Memang betul Ramadan ini melelahkan umat Islam karena banyaknya ibadah yang dilakukan namun yang diminta di sini adalah keistiqomahan sampai berakhirnya Ramadan ini, betapa banyak umat Islam pada awal Ramadan masjid penuh namun semakin akhir semakin berkurang banyak yang telah berguguran kenapa itu terjadi karena kita mungkin lupa tentang hikmah yang terkandung ketika akhir Ramadan itu datang.Ibunda Aisyah menceritakan kepada kita : adalah Nabi SAW ketika masuk sepuluh hari yang terakhir (Ramadhan), menghidupkan malam, membangunkan istrinya, dan mengikat sarungnya (HR Bukhori dan Muslim). Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika mau datangnya akhir Ramadan maka beliau menambah kesungguhan beliau untuk menghidupkan akhir-akhir Ramadan seperti beliau menghidupkan i'tiqaf di 10 terakhir Ramadan, ini jelas karena Allah subhanahu wa ta'ala juga memberikan kabar gembira kepada umat Islam bahwa ada satu malam yang terdapat di antara 10 malam terakhir Ramadan itu malam yang sangat dahsyat sekali yang lebih baik dari 1000 bulan itulah malam Lailatul Qadar ini harusnya menjadi penyemangat dan penyegaran kembali agar mampu melakukan ibadah-ibadah itu sampai berakhirnya Ramadan dan memberikan keistiqomahan dalam hati untuk melakukan ibadah di bulan di luar Ramadan.

Tag:
Bagikan

Opini lainnya
Terkini