Pabrik Sepatu Bata Tutup, Karyawan: Selamat Tinggal!

×

Pabrik Sepatu Bata Tutup, Karyawan: Selamat Tinggal!

Bagikan berita
Karyawan sepatu Bata
Karyawan sepatu Bata

JAKARTA - Penutupan pabrik sepatu Bata di Purwakarta menjadi pukulan berat bagi ratusan pekerja yang menggantungkan penghidupan mereka di sana. Melalui postingan yang viral di media sosial, tergambar betapa dramatisnya momen ketika para pekerja harus meninggalkan tempat kerja mereka dengan seragam merah khas Bata.

Dalam video yang menjadi sorotan publik, terlihat para pekerja keluar secara berbondong-bondong, meninggalkan pabrik yang menjadi tempat mencari nafkah mereka selama ini. Seragam merah yang mereka kenakan bukan sekadar pakaian, tapi juga simbol pengabdian dan keberhasilan perusahaan sepatu legendaris itu.

Momen perpisahan itu tak luput dari ungkapan rasa sedih dan kekecewaan. Suara yang berkumandang "Selamat tinggal Bata" mencerminkan betapa beratnya keputusan penutupan tersebut bagi semua pihak yang terlibat.

Dalam keterangan yang menemani postingan tersebut, diketahui bahwa alasannya adalah karena Bata mengalami kerugian yang tak teratasi. Permintaan terhadap produk mereka terus menurun, mencerminkan tantangan berat dalam industri sepatu yang semakin kompetitif.

Corporate Secretary Bata, Hatta Tutuko, melalui pernyataan resminya, menjelaskan bahwa penutupan pabrik tersebut dilakukan pada 30 April 2024. Ini merupakan akhir dari serangkaian upaya yang telah dilakukan selama empat tahun terakhir, di tengah situasi yang sulit akibat pandemi dan perubahan perilaku konsumen yang cepat.

Bagi ratusan pekerja yang kehilangan pekerjaan mereka, ini bukan sekadar penutupan pabrik, tapi juga kehilangan stabilitas dan harapan masa depan. Momennya menjadi pengingat bagi kita semua akan kerapuhan ekonomi di masa pandemi dan pentingnya perlindungan sosial bagi para pekerja yang terdampak.

Keputusan penutupan pabrik sepatu Bata di Purwakarta memang bukan keputusan yang mudah. Hal ini dikonfirmasi oleh Corporate Secretary Bata, Hatta Tutuko, yang menyatakan bahwa pabrik tersebut harus ditutup karena permintaan pelanggan terhadap produk yang dihasilkan semakin menurun. Selain itu, kapasitas produksi pabrik juga jauh melebihi kebutuhan yang bisa dipenuhi oleh pemasok lokal di Indonesia.

Dalam pernyataannya, Hatta menjelaskan bahwa perseroan telah berusaha semaksimal mungkin untuk menjaga produksi di pabrik Purwakarta tetap berjalan. Namun, kondisi yang terus menurun membuat mereka tidak bisa melanjutkan produksi di sana.

Data keuangan Bata juga menunjukkan bahwa perseroan telah mengalami kerugian yang signifikan. Pada periode Januari hingga September 2023, Bata mengalami kerugian sebesar Rp 80,65 miliar, meningkat 294,76% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan bersih Perseroan juga mengalami penurunan sebesar 0,42% menjadi Rp 488,47 miliar.

Keputusan penutupan pabrik ini tentu saja membawa dampak yang besar, terutama bagi para pekerja yang kehilangan pekerjaan mereka. Hal ini juga menjadi peringatan bagi industri sepatu dan industri manufaktur lainnya untuk terus beradaptasi dengan perubahan pasar dan mencari solusi yang berkelanjutan. Demikian okezone. (r)

Editor : Eriandi
Bagikan

Berita Terkait
Terkini