Cucu Ahmad Khatib, Dokter Kandungan Pertama di Saudi

Foto Khairul Jasmi
×

Cucu Ahmad Khatib, Dokter Kandungan Pertama di Saudi

Bagikan opini

Karachi, Pakistan pada suatu pagi yang indah, seorang perempuan keluar dengan mobil diplomatik dari kedutaan Saudi Arabia. Ia hendak ke kampusnya, fakultas kedokteran di universitas terbaaik di ibukota Pakistan itu. Perempuan Arab itu bernama Luthfia al-Khatib. Peristiwa ini terjadi sebelum ayahnya, Abdul Hamid al-Khatib berhenti sebagai duta besar kerajaan Saudi di sana.

Cucu Syekh Ahmad Khatib al-Minangkabawi ini, lulus dan ia pulang dengan kepala tegak. Luthfia adalah perempuan pertama di kerajaan Saudi Arabia yang menjadi dokter spesialis ginekolog yaitu spesialisasi yang menangani reproduksi wanta. Dokter ini memiliki keahlian unyuk mendiagnosis masalah oragan reproduksi. Ahki dalam memeriksa dan memberikan pengobatan. Ia juga dokter kandungan wanita pertama di kerajaan itu.

Sebagai seorang dokter spesialis, ia dengan cepat menjadi terkenal tak hanya di Arab tapi juga di Hijaz. Ia memiliki jejaring yang luas dengan kalangan elit Kerajaan Saudi yang berdiri sejak 1932 itu. Pergaulannya yang luas tersebut menyebabkan dia tiap hari menjelaskan persoalan perempuan kepada banyak pihak.

Tapi, kemudian ia menemukan ide, yaitu menulis di surat kabar. Di Jeddah sejak 1932 telah terbit sebuah koran bernama Al Bilad. Koran ini, termasuk satu dari delapan perusahaan perintis di Saudi Arabia. Dari delapan itu, Al Bilad, merupakan satu-satunya media massa. Ia menulis saja di sana. Tulisan yang ia kirim dimuat oleh media tersebut. Tak lama kemudian ia malah diberi rubruk khusus, Al Mar’ah fi Baytiha, mungkin artinya, rumah perempuan. Apapun itu, tulisan-tulisannya di rubrik khusus itu adalah sejarah pertama di kerajaan. Rubrik mengejutkan itu munculsetiap Senin di halaman dalam.

Dalam tulisannya ia menyapa perempuan Saudi dengan lembut, penuh cinta dan kasih sayang. Bahasanya yang baik, menyebabkan rubriknya disukai. Yang paling disukai tulisannya tentang tips membina rumah tangga bahagia. Katanya, saya tak hendak mengajak Anda semua melempar cadar, tapi membangun kesadaran bersama tentang rumah tangga dan keluarga dan yang sangat penting kesehatan.

Ia bahkan mengajak dibentuk Perkumpulan Ibu Murid dan bahkan kemudian ia menjadi ketua organisasi tersebut. Sebagai dokter spesialis kandungan, ia punya banyak buku bukan hanya menyangkut bidangnya tapi buku perempuan dalam artian luas. Ia menjadi guru bagi perempuan di sana untuk menjadi ibu yang baik serta warga negara yang berpikiran luas.

Kemudian ia juga tercatat sebagai perempuan pertama yang membuka sekolah untuk perempuan di seluruh wilayah Saudi Arabia. (dari novel Syekh Ahmad Khatib al Minangkabawi)

Bagikan

Opini lainnya
Terkini