Kantor Pos Medan 1911, Semennya Tentu dari Padang

Foto Khairul Jasmi
×

Kantor Pos Medan 1911, Semennya Tentu dari Padang

Bagikan opini
Ilustrasi Kantor Pos Medan 1911, Semennya Tentu dari Padang

Kantor Pos Medan nan ikonik itu, disiram cahaya lampu listrik pada malam yang cantik, Selasa (21/5). Rabu pagi, lalulintas ramai dan bangunan bersejarah itu, tampak semakin gagah di mata saya.

Dibangun 1911, dengan tembok beton kuat kokoh. Perkiraan saya semennya dari Semen Padang yang sudah berproduksi pada 1910. Laporan- laporan pengiriman semen ke seluruh Nusantara periode awal, memang memuat daerah tujuan “Belawan Deli.”

Pada zamannya inilah Kantoor Post Telegraam Telefoon (PTT) terbesar di Medan, bahkan di Sumatera, dibangun. Kantor pusat semua pos ada di PTT Bandung. Sedemikian pentingnya pos, sehingga ada Jalan Pos di Jawa.

Sejak kemerdekaan kantor itu disebut Kantor Pos Medan. Bangunannya seperti kandang merpati. Bukankah logo pos, burung merpati?

Bangunan ini luasnya 1200 meter persegi. Tingginya 20 meter. Maka, jangan heran, dalam ruangan begitu lega, dengan langit-langit tinggi, jendela jangkung setengah lingkaran dan angin yang bisa masuk leluasa sehingga tidak panas. Tiang-tiangnya kuat kokoh, memakai semen terbaik: Semen Padang.

Di halaman depan dibangun air mancur, diberi nama Nienhuys. Lengkapnya Jacob Nienhuys, pengusaha tembakau pertama di Deli dan Hindia Belanda. Seperti hampir semua kantor pos peninggalan Belanda, bangunannya rancak dan kuat. Kalau di Padang? Dirubuhkan.

Pos Bloc

Kantor Pos Medan pada 2024 sudah berusia 113 tahun. Dua tahun sebelumnya, cagar budaya tersebut dikelola lebih baik dan dikenal sebagai Pos Bloc. Berdiri gagah di Jalan Pos nomor Kelurahan Kesawan, Kecamatan Medan Barat, dekat dari Balaikota. Dekat pula ada alun-alun Lapangan Merdeka yang dipermak tapi sudah beberapa tahun tak siap-siap juga. Lapangan ini doeloe bernama Esplanade. Di sinilah titik nol kota Medan, di kota inilah Rasuna Said mendirikan suratkabar Menara Poetri di zaman sebelum kemerdekaan.

Lalulintas di jalan bersimpang ini, ramai. Bangunan-banguan hebat berdiri di sekitar pos ini. Di sanalah sebuah “kejutan” dibuat manajemen pos, yaitu Pos Bloc meniru di beberapa koya seperti Jakarta dan Yogyakarta.

Inilah lokasi untuk UMKM dan kreativitas anak-anak Medan. Singkatnya jadi gedung multifungsi yang ramai siang-malam. Pejabat Pos menyebut sebagai rumah kreatif. Di Pos Bloc ada kuliner, musik, film, fashion dan banyak lagi. Apalagi nongkrong dan segelas kopi dengan varian-variannya.

Bagikan

Opini lainnya
Terkini