Erupsi Marapi, Uang Tak Ada, Anak Berhenti Sekolah

Foto Harian Singgalang
×

Erupsi Marapi, Uang Tak Ada, Anak Berhenti Sekolah

Bagikan opini

Erupsi Gunung Marapi memukul dengan telak kening petani di Tanah Datar. Ini sudah terasa dampaknya pada ekonomi 5000 lebih rumah tangga. Bahkan banyak pusing karena gagal panen berkepanjangan, anak bisa berhenti sekolah dan kuliah.Marapi yang dikagumi sekaligus ditakuti itu, sekarang masanya ditakuti. Petani lumpuh seketika.

Menurut Kepala PVBMG Hendra Gunawan, yang dikontak Singgalang, Senin (1/4/2024), sebetulnya erupsi Marapi setidaknya sejak 2007, kira-kira hampi 2 atau 3 tahun sekali bahkan 5 tahun sekali.Namun, sejak Desember 2023 terjadi erupsi hingga hari ini cukup intens, seperi Februari dan Maret 2024 saja dalam per bulan mencapai lebih dari 60 erupsi.

“Di dunia belum ada yang dapat memprediksi kapan, hari apa, jam berapa akan terjadi erupsi,” katanya.Ia menyebut, sulit untuk angka pastinya, namun untuk kira-kira per sekali erupsi bisa dikisaran 100 -500 ribu m3 volume abu.

Debu yang jatuh siang malam, disertai pijar api, seperti kabar pertakut yang tak putus. Padahal biasanya, Marapi sekadar disebut “batuk,” dan dianggap sahabat. Kali ini, beda, Marapi sedang marah.Sebentar lagi, hal ini akan berdampak pada biaya sekolah. Bahkan sekarang, petani-petani muda sudah menganggur. (001)

Tag:
Bagikan

Opini lainnya
Terkini