Pengamat Ekonomi UIN Padang: Tidak Semua Sektor Rontok Akibat Pandemi

×

Pengamat Ekonomi UIN Padang: Tidak Semua Sektor Rontok Akibat Pandemi

Bagikan berita
Foto Pengamat Ekonomi UIN Padang: Tidak Semua Sektor Rontok Akibat Pandemi
Foto Pengamat Ekonomi UIN Padang: Tidak Semua Sektor Rontok Akibat Pandemi

Padang, Singgalang - Di tengah beratnya dampak pandemi Covid-19 pada sektor perekonomian, Pengamat Ekonomi UIN Padang, Huriyatul Akmal mengatakan, tidak semua sektor perekonomian di Sumbar rontok. Justru ada beberapa sektor yang menjadi penopang dan tidak mengalami dampak terlalu buruk, yakni sektor pertanian dan perkebunan."Berdasarkan data setahun terakhir, saya lihat sektor inilah yang menjadi penopang perekonomian Sumbar. Sektor ini tidak terlalu terdampak," ujarnya.

Menurut Huriyatul Akmal saat FGD yang diselenggarakan Harian Singgalang bekerjasama dengan Satgas Covid-19-BNPB, Jumat (29/1), Sumbar akan memiliki primadona baru di bidang ekspor dari peratanian dan perkebunan, yakni ekspor Kakao yang sudah terbuka kembali ke Malaysia. Ekspor Kakao ini baru saja dimulai dan akan menjadi geliat baru di sektor pertanian dan perkebunan.Dia menjelaskan, bukan berarti sektor ini sama sekali tidak terdampak pandemi. Dampaknya ada, namun sangat kecil dibanding sektor perekonomian lain. Dampaknya seperti menurunnya permintaan dari restoran atau rumah makan yang cenderung mengalami penurunan akibat semakin sedikit aktivitas masyarakat di luar rumah.

"Namun itu tidak terlalu berpengaruh besar pada sektor pertanian perkebunan," ujarnya.Dia menilai, secara umum Sumbar tidak terlalu terdampak secara ekonomi. Hanya saja angka pengangguran yang memang harus diperhatikan serius.

Sektor lain yang juga perlu perhatian adalah sektor pariwisata yang sangat terpuruk. Sebenarnya, menurut dia, keterpurukan sektor pariwisata bukan bermula karena pandemi, namun sejak kenaikan tiket pesawat pada 2019."Namun, wisatawan domestik masih memperlihatkan gairah berwisata yang memadai," ujarnya.

Sektor lainnya yang turun adalah peradagangan kendaraan dan properti, ini dikarenakan masyarakat cenderung menahan pengeluaran. Jik masyarakat berhemat maka otomatis roda perekonomian pun akan lambat berputar."Namun kita apresiasi adanya stimulus dari pemerintah dengan berbagai macam jenis yang membantu geliat perekonomian di daerah-daerah," ujarnya. (401)

Editor : Eriandi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini