Berwisata di Beijing, tak Segampang itu Ferguso...

Foto Harian Singgalang
×

Berwisata di Beijing, tak Segampang itu Ferguso...

Bagikan opini

BEIJING - Ini hari Minggu. Mumpung tak ada kegiatan, saya pikir bisa merilekskan badan dan pikiran dengan berwisata. Saya dan dua sahabat, Wartawan The Jakarta Post, Teddy dan Wartawan Vientiane Post, Laos, Frank mencoba pergi ke Museum Nasional China. Lokasinya tak jauh dari Lapangan Tiananmen dan Forbidden City.

Karena lokasinya berdekatan, saya pikir, mungkin bisa kita kunjungi tiga lokasi itu sekaligus. Namun, ternyata... tak segampang itu Ferguso...

Begini ceritanya. Dari apartemen kami bergerak sekitar pukul 09.30 waktu setempat. Berjalan sekitar 100 meter, kami sampai di Stasiun Subway Jianguomen. Jaraknya ke Stasiun Tiananmen hanya dua stasiun saja.

Karena baru pertama kali mencoba Subway dan hampir seluruh pemberitahuan menggunakan tulisan Bahasa China, jadilah kami agak kesulitan. Mencoba menggunakan aplikasi Alipay, ternyata gagal. Entahlah, kenapa. Ternyata, mendaftarnya harus menggunakan nomor telepon China. Sedangkan kami memakai nomor telepon dari Indonesia.

Akhirnya untuk berangkat ke Stasiun Tiananmen dengan membeli karcis dipandu petugas setelah terlebih dahulu celingak celinguk. Dan bertanya kepada petugas yang tak bisa berbahasa Inggris. Terpaksa menggunakan bahasa isyarat dengan menunjuk gambar stasiun Tiananmen.

Dia pun memandu membelikan tiket seharga RMB3 (tiga Yuan) sekitar Rp6 ribu sekali jalan. Tak butuh waktu lama. Kereta Subway pun datang. Disini, kereta datang setiap 5 menit.

saya pikir, karena hari Minggu, wajar saja kereta Subway ini penuh. Maka kami pun berdiri. Tak lama, hanya melewati dua stasiun, kami sampai di Stasiun Tiananmen utara. Stasiun Tiananmen ini ada dua, utara dan selatan, berjarak sekitar 500 meter.

Namun, ya ampun. Begitu turun dari kereta, ternyata ada ribuan orang yang turun di stasiun itu. Untuk keluar stasiun kami pun berdesakan. Begitu keluar, astaga, ternyata lebih banyak mlagi orang. Puluhan ribu orang sudah antri untuk jalan ke Museum.

Sebenarnya, pintu keluar stasiun dengan pintu masuk Museum Nasional China ini tak jauh. Namun kami tentu harus ikut alur sesuai arahan petugas yang telah memberi batas-batas jalan. Dari pintu keluar stasiun yang seharusnya hanya memutar badan ke pintu gerbang Museum, kami harus berjalan dan antri dengan puluhan ribu pengunjung lain.

Tag:
Bagikan

Opini lainnya
Ganefri
Terkini