Sate Padang Simpang Waspada Medan, Peluh Menganak-sungai

×

Sate Padang Simpang Waspada Medan, Peluh Menganak-sungai

Bagikan berita
Sate Padang Simpang Waspada Medan, Peluh Menganak-sungai
Sate Padang Simpang Waspada Medan, Peluh Menganak-sungai

MEDAN — Peluh menganak-sungai di kening dan leher, ketika saya dan kawan-kawan menyantap Sate Padang Simpang Waspada, Medan, Selasa (21/5) sebelum Isya.

“Tambah dagiangnyo Diak,” kata saya pada perempuan berhijab asal Bayua, Maninjau yang melayani kami.

Rombongan Semen Padang dari Padang tiba di Medan malah makan sate Padang. Tapi, memang enak, apalagi pakai karupuak balado, ada manis-manisnya.

Bernama Sate Padang Simpang Waspada, karena terletak dekan Suratkabar Waspada yang didirikan orang Padang itu.

Sebenarnya terletak di Jl. Letjen Suprapto No.3, AUR, Kecamatan Medan Maimun. Jalan nan ramai.

Sate ini terkenal karena kuahnya yang sedap dan daging nan gurih dan empuk. Tentu saja kuahnya lewat. Panas selalu.

Meski berjejer di trotoar dengan kursi plastik, tapi itu bukan sisi lemahnya. Kuliner pinggir jalan dimanapun hampir semua enak. Apalagi satenya, ada ayam, kambing dan lidah.

Demikianlah, sepiring sate hangat habis, pakai kerupuk, sepiring tusuk sate juga ditambah dan ludes.

Saya melihat, setidaknya pada perantau Bayua, Maninjau ini, hidup di negeri orang, jika fokus, uang akan mengalir.

Dan kami memang memberi ponten bagus untuk sate ini, sebagai ikon kuliner tepi jalan. Dimana-mana di Asia Tenggara, Selatan dan Timur, bisnis semacam ini disukai penduduk tempatan dan pendatang.

Editor : Bambang Sulistyo
Bagikan

Berita Terkait
Terkini