Saganggam Art Solok Tampil Hebat di FNJT3

×

Saganggam Art Solok Tampil Hebat di FNJT3

Bagikan berita
Foto Saganggam Art Solok Tampil Hebat di FNJT3
Foto Saganggam Art Solok Tampil Hebat di FNJT3

PADANG - Grup Saganggam Art dari Solok tampil hebat di Festival Nan Jombang Tanggal 3 (FNJT3), Sabtu malam (3/2) di Ladang Tari Nan Jombang, Balai Baru, Kecamatan Kuranji.Walau penampilannya masih dengan membawakan beberapa seni tradisi yang sudah banyak dimainkan sanggar lain, grup ini mampu menunjukkan sebagaimana energi sakral seni tradisi Minangkabau itu sendiri.

Pada pertunjukannya yang diberi judul "Manggali Tareh Tabanam", puluhan pemain, di dominasi remaja dan anak-anak, menampilkan kolaborasi beberapa seni pertunjukan tradisi Minangkabau yang dielaborasikan menjadi satu.Saat menampilkan pertunjukan randai, atraksi mereka benar-benar memiliki rasa. Apalagi saat para pemain yang serempak menepuk sarawa galembong, yang bunyi seperti dentuman tabuh yang mengelegar.

Menonton pertunjukan Grup Saganggam Art malam itu membuat kita serasa dibawa ke masa lalu, saat pertunjukan randai ini menjadi bagian rutinitas dalam kehidupan masyarakat Minang tempo dulu. Terasa sekali seni tradisi Minangkabau ini bukan hanya manis, tapi juga memiliki sisi magis.Apalagi dengan penampilan para pemain yang natural dan tidak terlihat sedang menghapal percakapan, membuat penonton bisa masuk ke dalam cerita randai yang dibawakan Grup Saganggam Art ini.

Sementara itu, Pimpinan Nan Jombang Dance Company, Ery Mefri mengapresiasi penampilan Grup Saganggam Art asal Solok ini."Pertunjukan yang bagus dan manis," puji Ery usai grup ini tampil.

Pada kesempatan itu Ery juga menyampaikan soal kesenian tari indang bukan saja dari Padang Pariaman. Di Solok Selatan pun ada seni indang. Pemainnya berjumlah 22 orang yang dibagi dua baris kelompok yang berhadap-hadapan dan kajiannya adalah Agama Islam.Menurutnya indang ala Solok Selatan ini juga perlu sekali dibina, karena itu salah satu seni tradisi yang terancam punah.

Ery juga mewanti-wanti pelaku seni kontemporer agar tidak merusak karya seni tradisi yang sudah ada sejak dulu dan turun temurun diajarkan dengan ketetapannya."Kembangkan oleh koreografer, itu tidak masalah, tapi jangan rusak tradisi kita," ujar koreografer ini.

Ery juga mengatakan kepada pemerintah setempat agar dalam melakukan pembinaan seni tradisi ini sebaiknya mengikutsertakan sanggar-sanggar yang ada di Sumatera Barat."Ada banyak sanggar, dari sana kita membantu, dan dengan tidak merusak seni tradisi ataupun pelaku seninya," kata Ery.

Sementara itu, Direktur FNJT3, Angga Djamar mengatakan pada festival di Maret depan pihaknya akan menghadirkan seniman dari Malaysia. Dia menjamin pertunjukan akan lebih menarik dan apik. (wy)

Editor : Eriandi, S.Sos
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Ganefri
Terkini