Bandar Malaka Kota Literasi Dondang Sayang 

Foto Syafruddin
×

Bandar Malaka Kota Literasi Dondang Sayang 

Bagikan opini

Oleh SyafruddinPesawat Asia Asia datang tepat waktu. Senin tanggal 19 Februari 2024 pukul 11.50 wib semua penumpang tujuan Kuala Lumpur diangkut dengan sopan tanpa hardikan. Dengan cakap Melayu kental kru pesawat memandu kami untuk duduk ditempat masing masing. Beberapa kali goncangan dan turbulensi ringan khas rute Padang - Malaysia, tapi kami sampai juga dengan selamat di Kuala Lumpur International Air Port (KLIA) pukul 14.00 waktu setempat.

Dari Bandara KLIA kami langsung ke Malaka (Melaka dalam bahasa Melayu). Lebih kurang 2 jam sampai lah di bandar (kota pelabuhan) Malaka yang ditaklukkan oleh Portugis tahun 1511 itu. Kala itu setiap kapal dagang yang berlayar menuju daerah penghasil rempah di Maluku atau Batavia (Jakarta) untuk berdagang mesti singgah di sini. Baik untuk mengambil air minum atau membeli dagangan baru atau juga untuk bersenang senang.Dibawah kesultanan Malaka kota ini mengelola penyimpanan dan distribusi barang serta mengatur lalu lintas kapal. Dalam bahasa anak sekolahnya Malaka ini kota transito. Tak ada satu pun kapal dagang yang berani melanggar aturan bandar Malaka.

Atas jasa itu maka kesultanan Malaka menetapkan pajak dan bea terhadap kapal yang singgah maupun kapal yang lewat saja. Jadilah Malaka kota kaya dan penting atas perannya itu.Tapi kolonial Portugis merasa tak puas. Portugis punya rencana sendiri atas Malaka. Kota pelabuhan itu diserang dan direbut. Perang berkobar dan Portugis berhasil menaklukan kota kaya itu. Malaka pun jatuh tahun 1511.

Pendudukan Portugis atas Malaka merubah jalan sejarah. Apalagi setelah itu Malaka juga diduduki oleh Belanda dan Inggris. Malaka kota pelabuhan ala Melayu berubah menjadi kota modern dengan arsitektur klasik ala Eropa. Benteng, istana, gereja dan gedung pertokoan bahkan ada yang masih berdiri megah sampai sekarang.Kini ratusan tahun setelah itu saya kemari. Malaka sudah menjadi bagian dari Malaysia. Uniknya Malaka tidak berada dibawah kesultanan seperti negara bagian lainnya di Malaysia. Malaka kota mandiri dengan pemerintahan modern.

Kapal dagang tak lagi datang. Tapi kota pelabuhan tetap ramai. Pendidikan berjalan bagus. Kualitasnya paten. Anak sekolah melek literasi bahkan mencapai 95,5% pada tahun 2022.Anak remaja ini memang keturunan ulung nenek moyang mereka. Belasteran Bangsa Melayu dan Perantau dari Cina. Anak-anak keturunan ini dinamakan keturunan Babah dan Nyonya. Mereka ahli sastra. Menyusun syair indah tentang cinta dan kemesraan dunia. Syair ini dinamakan Dondang Sayang (Dendang Sayang).

Wahai engkau kekasih tercintaDimana engkau kini berada

Daku hanya ingin kita berjumpaDi depan riak sungai air keruh ini

Ah mana kopi, Malaka malam ini terasa sepi..!

Tag:
Bagikan

Opini lainnya
Terkini