Keterampilan Pemecahan Masalah pada IPA Terpadu Tipe Shared Berbasis Etnosains Melalui Model Co-PBL

Foto Harian Singgalang
×

Keterampilan Pemecahan Masalah pada IPA Terpadu Tipe Shared Berbasis Etnosains Melalui Model Co-PBL

Bagikan opini

 Oleh Sucia RahmiwatiDoktor Ilmu Pendidikan Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Padang

 Keterampilan pemecahan masalah merupakan keterampilan yang sangat dibutuhkan pada Abad ke-21. Melalui keterampilan ini peserta didik dapat menyelesaikan berbagai permasalahan yang ada dengan teori dunia nyata. Pembelajaran IPA terpadu tipe shared berbasis etnosains termasuk disiplin ilmu yang berkaitan erat dengan kehidupan realita yang fokus pada eksistensi manusia dengan alam.

Namun, menurut hasil observasi dibeberapa sekolah di Kota Padang, Pariaman dan Pesisir Selatan dijabarkan dalam gambar 1 berikut:

Gambar 1. Kondisi Pembelajaran IPA di SMP N Kota Padang, Pariaman dan Pesisir SelatanBerdasarkan grafik diatas dapat disimpulkan bahwa; guru yang mengajar saat ini memiliki latar belakang yang berbeda dengan tugas mengajarnya, kemampuan peserta didik dalam pemecahan masalah 20%, analisis Rancangan Pelaksanaan Pembelajaran IPA masih belum terpadu, kemampuan membaca peserta didik kurang dari 65%, guru belum menggunakan tema dalam pembelajaran IPA terpadu, serta pembelajaran kolaboratif belum terlaksana sepenuhnya.

Permasalahan ini terjadi karena, permasalahan didunia nyata yang begitu kompleks sehingga peserta didik harus memiliki proses berpikir yang sistematis untuk dapat menjawab permasalahan yang ada. Maka diperlukanlah model Cooperatif Learning yang bertujuan agar peserta didik mampu memahami konsep sulit pada pembelajaran IPA sehingga peserta didik saling mendukung, saling berhubungan, saling melengkapi dan saling terikat dengan peserta didik lain dalam kelompok. Oleh sebab itu, dalam penelitian ini ditambahkanlah model Cooperatif sehingga menjadi Co-PBL (pembelajaran Kooperatif dan pembelajaran berbasis masalah).Permasalahan dunia nyata yang begitu kompleks tidak bisa hanya diselesaikan dengan domain IPA saja. Permasalahan tersebut biasanya dapat diselesaikan dengan menerapkan berbagai model pembelajaran IPA. Salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran IPA terpadu tipe shared. Pembelajaran IPA terpadu tipe shared adalah metode yang menggabungkan dua mata pelajaran atau lebih dengan melihat konsep, sikap, dan keterampilan yang serupa yang dapat meningkatkan hasil belajar ilmiah peserta didik.

Solusi lainnya dalam pemecahan masalah pada dunia nyata adalah dengan menguasai kearifan lokal (etnosains). Pembelajaran etnosains ini bersifat fenomenologi didaktis yang artinya peserta didik mempelajari konsep, prinsip dan meteri sains yang bertolak dari berbagai fenomena konstektual yang sering ditemui dikehidupan sehari-hari. Ini akan merubah stigma negatif peserta didik tentang pembelajaran sains yang awalnya dianggap sulit dipahami, membosankan dan menakutkan berubah menjadi pelajaran yang menyenangkan, bermanfaat dan benar-benar ada dilingkungan sekitar peserta didik.Artikel ini ditulis sebagai syarat Doktor di Bidang Pendidikan, Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Padang, dibawah bimbingan Tim Promotor Prof. Dr. Festiyed, Ms,. Co- Promotor Prof Dr. Ratnawulan, M.Si. Sucia Rahmiwati telah lulus ujian tertutup pada tanggal 26 September 2022 dengan Tim penguji yaitu; Prof. Ganefri, Ph.D., Prof. Yenni Rozimela, Ph.D., Prof. Ahmad Fauzan, M.Pd, M.Sc., Prof. Dr. Indang Dewata, M.Si., D.EIA., Dr. Asrizal, M.Si., dan penguji eksternal Prof. Dr. Marjoni Imamora, M.Sc dari Universitas Islam Negeri Mahmud Yunus Batu Sangkar. Luaran Penelitian Berupa artikel International terindeks Scopus dengan judul ‘’ Development Of Student Competencies In Integrated Science Subject Class VIII Based On Cognitive Technology In The Era Of Society 5.0 ‘’.

 

Tag:
Bagikan

Opini lainnya
Ganefri
Terkini