Kantor PPP Sumbar Digembok Bakal Calon Gubernur

×

Kantor PPP Sumbar Digembok Bakal Calon Gubernur

Bagikan berita
Kantor PPP Sumbar Digembok Bakal Calon Gubernur
Kantor PPP Sumbar Digembok Bakal Calon Gubernur
[caption id="attachment_5169" align="alignnone" width="2045"]Kondisi Kantor DPW PPP Sumbar di Jalan Belanti, Lolong, Padang yang digembok (defil) Kondisi Kantor DPW PPP Sumbar di Jalan Belanti, Lolong, Padang yang digembok (defil)[/caption]

PADANG - Penunjukan Martias Tanjung sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua DPW PPP Sumbar sejak 22 April lalu, ternyata menimbulkan masalah. Kantor partai berlambang ka'bah di Jalan Belanti, Lolong, Padang digembok rantai dan pagar tertutup rapat sejak kemarin.

Informasi yang beredar pengurus Plt sekarang dilarang menempatinya, karena kantor itu adalah milik pribadi kader PPP Epyardi Asda yang memilih berada di kubu Djan Faridz.

Tadinya kantor tersebut dikontrakkan Epy kepada DPW PPP Sumbar. Tapi, karena SK Plt versi Romi keluar, Epy langsung menggemboknya.

Ketika dikonformasi, hal itu dibantah Amora Lubis. Selaku Sekretaris DPW PPP Sumbar versi Romi, Amora mengatakan kantor itu bukan milik pribadi Epy, tapi adalah milik PPP. Memang secara administrasi kantor tersebut atas nama Epy, namun pembelinya dulu adalah uang partai.

Hal senada dikatakan Wakil Sekretaris DPW PPP, Asrinaldi bahwa sebenarnya mereka berhak menempati kantor tersebut. Tapi karena tidak ingin bertengkar, makanya dia mengalah dan sekarang berkantor di Jalan Jakarta nomor 1, Padang.

Asrinaldi tidak membantah PPP di Sumbar sudah terpecah seperti di pusat. Sebagian pengurus DPW lama bergabung dalam kepengurusan Plt yang di SK-kan Romy, sebagian lain tidak mau bergabung. "Katanya mereka memilih menunggu dulu keputusan tetap oleh pengadilan," kata Asrinaldi.

Epyardi Asda, Anggota DPR RI dari PPP, mengatakan kantor PPP di Lolong memang sengaja digembok. Pengurus PPP Plt versi Romi memang tidak dibolehkan berkantor di sana, karena kantor tersebut adalah milik PPP yang sedang bersangketa di pengadilan sekarang.

Soal bantahan Amora tentang kantor tersebut milik pribadi, Epy menjawab terserah mereka mau bilang apa, yang jelas kantor itu bukan milik mereka.

"Kami memutuskan untuk menunggu keputusan tetap pengadilan. Kalau mereka yang menang, saya akan akui, tapi kalau kami yang menang, rasakan saja akibatnya. 1 hari pasca putusan tetap, saya akan langsung PAW-kan mereka," kata Epy yang akan maju sebagai calon Gubernur Sumbar nanti.

Epyardi juga mengklaim, pengurus PPP Sumbar yang ikut Romi tidak banyak, cuma 2-3 orang saja. "Seluruh DPC kabupaten kota ikut saya kok," katanya.(defil)

Editor : Eriandi, S.Sos
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Ganefri
Terkini