Jalan Maninjau - Bukittinggi Dikeluhkan Pengendara

×

Jalan Maninjau - Bukittinggi Dikeluhkan Pengendara

Bagikan berita
Foto Jalan Maninjau - Bukittinggi Dikeluhkan Pengendara
Foto Jalan Maninjau - Bukittinggi Dikeluhkan Pengendara

[caption id="attachment_22084" align="alignnone" width="600"] Kelok 44 (antara foto)[/caption]LUBUK BASUNG - Pengguna jalan raya Maninjau - Bukittinggi mengeluhkan kondisi jalan. Tak hanya rawan, bantuan untuk mempermudah pengendara juga dirasakan kurang.

"Kita merasa cukup kesulitan untuk melintasi jalan. Saya tidak menyangka kondisi jalan seperti ini. Rasanya lebih jelek dibandingkan kondisi tahun lalu saat saya pulang lebaran," kata Syamsir, pengendara yang mengaku perantau dari Sumatera Selatan, berbincang dengan Singgalang, Minggu (17/6) pagi menjelang siang.Dituturkannya, ketika melewati Kelok 44 yang merupakan salah satu rute yang cukup rawan kecelakaan ia merasa kesulitan. Cukup banyak halangan yang ditemui sepanjang perjalanan.

"Pada beberapa titik kita temukan beberapa jalan yang terban. Sehingga jalan menjadi lebih sempit, seperti antara kelok 4 dan kelok 5. Sayang, tadi ketika saya melintas tidak ada petugas yang membantu kelancaran jalannya lalu lintas. Hanya beberapa penduduk setempat yang membantu pengendara melewati kelok 5 dan 6," celoteh Syamsir.Kondisi tahun ini bertolak belakang dengan tahun lalu ketika ia melewati rute yang sama. Hampir di setiap kelok ditemukan petugas dari pihak kepolisian atau perhubungan yang membantu alur lalu lintas yang melewati kelok-kelok.

Tak hanya itu, minimnya alat bantu seperti kaca pembesar jalan juga dirasakan agak mengganggu pengendara. Padahal, keberadaan kaca pembesar bisa membantu pengendara memantau lawan dari arah yang berlawanan."Pada beberapa kelok memang ada kaca pembesar. Tetapi beberapa diantaranya sudah kelihatan kusam sehingga tidak bisa digunakan untuk memantau lawan dengan baik," kata Chandra, pengendara lain, sembari menyayangkan kondisi jalan yang juga kurang rata.

Kondisi kelok 44 yang seperti itu, menurut Chandra mengurangi kenyamanan untuk melewati jalan untuk mencapai objek wisata Danau Maninjau dan Puncak Lawang.Tak hanya kelok 44, kondisi jalan yang menghubungkan Matua dan Bukittinggi yang merupakan bagian dari jalur Maninjau-Bukittinggi juga perlu mendapatkan perhatian lebih. Selain kondisi jalan yang kurang rata, pada beberapa titik ditemukan pohon-pohon kecil yang rimbun. Alhasil, pengendara agak kesulitan untuk melewati tikungan.

"Ke depan kita berharap pihak terkait memberikan perhatian lebih. Terutama saat momen penting seperti lebaran," ujar Adit, pengendara lain, ketika berhenti di salah satu masjid di Sungai Landis. (hirval)

Editor : Eriandi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini