PASCALONGSOR DAN BANJIR; Pemko Sawahlunto Perpanjang Status Tanggap Darurat

×

PASCALONGSOR DAN BANJIR; Pemko Sawahlunto Perpanjang Status Tanggap Darurat

Bagikan berita
Penjabat Walikota Sawahlunto Fauzan Hasan tengah ngobrol dengan petugas lapangan yang melakukan penanganan bencana di masa tanggap darurat.(armadison)
Penjabat Walikota Sawahlunto Fauzan Hasan tengah ngobrol dengan petugas lapangan yang melakukan penanganan bencana di masa tanggap darurat.(armadison)

Sawahlunto - Pemko Sawahlunto perpanjang status tanggap darurat pasca bencana longsor dan banjir melanda kota itu. Terparah terkena longsor dan banjir kawasan Kecamatan Silungkang.

"Kita di Pemerintah Kota Sawahlunto perpanjang status tanggap darurat hingga 14 hari kedepan," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sawahlunto, Dedi Ardona kepada Singgalang, Jumat (17/5).

Dikatakannya, status tanggap darurat perpanjangan 19 Mei hingga 1 Juni 2024. Sebelumnya Pemerintah Kota Sawahlunto sudah menetapkan status tanggap darurat bencana longsor dan banjir selama 14 hari yang berakhir 18 Mei 2024.

Lebih jauh dikatakan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD, kondisi terparah akibat akibat bencana longsor dan banjir, Kawasan Silungkang. Ada 130 titik banjir dan 163 titik longsoran. Rumah yang terkena longsor dan banjir 129 unit. Ada 33 unit rumah rusak berat dan 36 unit rumah rusak sedang, selebihnya rusak ringan.

Disebutkannya, diperpanjang tanggap darurat diambil atas hasil rapat evaluasi penanganan banjir dan longsor di Kecamatan Silungkang yang digelar di Balairung Rumah Dinas Walikota Jumat (17/5).

Penjabat Walikota Sawahlunto, Fauzan Hasan usai menghadiri pelantikan panitia pemilihan kecamatan di Hotel Khas Ombilin kepada Singgalang mengemukakan, tanggap darurat kemungkinan diperpanjang karena masih belum selesai penanganannya.

Dikemukakan penjabat walikota, yang belum tertangani saat ini jalan yang putus karena butuh waktu lama. Longsoran hampir menimpa setengah badan jalan. Ini tidak bisa diatasi segera mungkin. "Kita harus hitung dulu biaya-biaya penanganannya. Kalau rumah masyarakat bisa dilakukan (perbaikan) segera mungkin," ujar Fauzan.

Bencana longsor itu terjadi Jumat (3/5) lalu, Jalan lintas Sumatra di Silungkang longsor sehingga menutup badan jalan dan arus lalu lintas terhambat. Jalur Muarokalaban-Sawahlunto juga terganggu karena tertimpa longsoran tanah.(cng)

Editor : Eriandi
Bagikan

Berita Terkait
Terkini