Tak Ada Mitigasi Galodo, Jembatan Bukit Batabuah Masih Berkaki Empat

×

Tak Ada Mitigasi Galodo, Jembatan Bukit Batabuah Masih Berkaki Empat

Bagikan berita
Jembatan Bukit Batabuah
Jembatan Bukit Batabuah

PADANG - Walinagari Bukit Batabuah, Agam, Firdaus, pada Sabtu malam sedih tak terukiskan, ketika wartganya jadi korban galodo untuk kedua kalinya. Ini hanya karena pemerintah, janji ke janji saja membuang kaki jembatan kecil yang berada di tengah batang air kecil.

Pada pukul 22.30 Sabtu kemarin, galodo datang lagi menerjang nagari tersebut. Sebelumnya pada galodo 11 Mai lalu, delapan warga setempat menemui ajalnya. Ini disebabkan aliran anak sungai Batang Kasiak di sana, begitu besar. Di nagari itu ada jembatan kecil, tapi di tengah-tenganhnya ada penyanggah beton dua buah, seperti riol saja. Kayu-kayu tersangkut di sana dan air meluber masuk nagari.

Waktu itu, Gubernur Mahyeldi berjanji akan membongkar jembatan tersebut. Janji belum terlaksana, galodo datang lagi dan sekarang 10 orang tewas di Bukit Batabuah.

Walinagari setempat, sudah menyampaikan penyebab utama galodo di sana, adalah jembatan itu. Dalam videonya berdurasi semenit lebih, ia melaporkan kondisi nagarinya yang merana.

Waktu itu Gubernur Mahyeldi berjanji. Singgalang melaporkan,

dalam kunjungannya saat meninjau dampak bencana alam banjir bandang lahar dingin, menjelaskan, meluapnya bah banjir bandang disebabkan konstruksi desian jembatan perlu segera diperbaiki, jika tidak diperbaiki jelas gampang tersumbat.Dalam rangka penanganan pasca bencana alam lahar dingin yang melanda wilayah Nagari Bukik Batabuah Kecamatan Canduang diminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Agam supaya segera melakukan upaya pembersihan sedimen material dan pembuangan kayu besar yang terseret hingga pinggir jalan. Langkah ini diambil untuk menghindari gangguan lalu lintas dan potensi bahaya bagi masyarakat.

Gubernur Sumatera Barat, yang didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Agam Edi Busti, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Budi Perwira Negara, Kadis Sosial Agam, Yunilson yang turut serta dalam inspeksi langsung ke lokasi terdampak. Dalam kunjungannya, Gubernur juga menyambangi para warga yang menjadi korban akibat bencana lahar dingin.

Ditegaskan Mahyeldi, pembersihan sedimen material dan kayu besar yang berserakan di sepanjang jalan menjadi prioritas utama untuk memastikan aksesibilitas jalan tetap terjaga dan aman bagi kendaraan dan pejalan kaki. Mobil-mobil angkutan material pasir lahar juga dikerahkan untuk membuang material tersebut ke lokasi yang telah ditentukan.

Dan bencana itu kembali datang, Pemprov dan Pemkab Agam, sama-sekali tak menduga. Juga tidak bekerja (kas)

Editor : yoserizal
Bagikan

Berita Terkait
Terkini