Air Setinggi Dada, Di Pengungsian Setinggi Lutut

×

Air Setinggi Dada, Di Pengungsian Setinggi Lutut

Bagikan berita
Foto Air Setinggi Dada, Di Pengungsian Setinggi Lutut
Foto Air Setinggi Dada, Di Pengungsian Setinggi Lutut

PADANG - Kota Padang dikepung banjir akibat hujan deras yang melanda sejak dua hari, mulai kamis hingga Jumat (7-8/3). Hingga saat ini tim gabungan masih berjibaku melakukan penyelamatan dan evakuasi warga yang terdampak banjir.Seperti di Perumahan Adinegoro Indah, para warga di sana terpaksa mengungsi. Sebab air telah masuk ke rumah hingga sedada orang dewasa.

"Dari semalam kami mengungsi karena air telah masuk ke rumah hingga sedada. Sekarang air masih selutut, belum bisa masuk ke rumah dan terpaksa menghuni di tempat pengungsian," kata warga perumahan Adinegoro, Indra Sakti Nauli, Jumat (8/3).Indra Sakti mengatakan, banjir yang melanda di perumahannya ini, yang terparah semenjak dirinya tinggal di sana. Banjir mulai masuk ke rumahnya Kamis malam sekitar pukul 21.00 WIB.

"Banjir ini lebih parah dari 2016 lalu. Kami stres, cuma baju di badan. Yang bisa diselamatkan surat surat berharga dan laptop saja," ujar Indra.Berdasarkan data yang direlease Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumbar. Tingginya itensitas hujan yang melanda Sumbar dua hari ini mengakibatkan sejumlah daerah terdampak banjir, pohon tumbang dan longsor. Hujan dengan itensitas tinggi diiringi dengan tingginya air pasang laut. Akibatnya, berdampak terdampak evalasi muka aliran sungai.

Sehingga aliran air pada saluran drainase tidak dapat mengalir ke sungai yang berakibat terjadinya genangan di sebagian Kota Padang. Salah satu dampak dari tingginya intensitas curah hujan berupa meningkatnya debit air sungai di aliran sungai melewati ruas jalan BIM- Simpang Duku.Ketinggian muka air sungai yang hampir melimpah serta debit air yang cukup besar menyebabkan gerusan pada sisi oprit jembatan. Hasil monitoring sekitar pukul 08.30 WIB tadi, air sungai telah mengikis oprit jembatan Duku A dan B.

Kapolres Padang Pariaman, AKBP Faisol Amir mengatakan, akses menuju BIM melalui jembatan kembar ditutup dengan pertimbangan, dikarenakan penyangga ataupun konstruksi dari Jembatan mulai tergerus oleh air."Mulai jam 10.00 WIB hingga dua sampai tiga hari kedepan akan ditutup sementara. Untuk akses yang bisa dilalui dari Padang menuju BIM dilalui dari fly over menuju Batang Anai atau Pasar Usang belok kiri hingga menemui simpang tiga goreng ke arah bandara," kata Faisol.

Sementara dari Bukittinggi sampai pada titik Pasar Usang belok kanan sampai bertemu simpang tiga goreng langsung menuju ke BIM. Begitu juga dari arah bandara, langsung mengikuti jalan depan polsek BIM lalu belok kiri, ketemu simpang tiga goreng ke arah kanan sampai bertemu di Pasar Usang Batang Anai."Yang bisa dilalui sementara Jembatan Duku A dan B, hanya roda dua, roda empat tidak diizinkan. Jembatan ini kami tutup dua sampai tiga hari kedepan koordinasi dengan PUPR, Basarnas dan Kementerian PUPR," tutupnya.109

Editor : Eriandi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Ganefri
Terkini