Aljunaidi PPTK RSUD Pasbar Divonis bebas

×

Aljunaidi PPTK RSUD Pasbar Divonis bebas

Bagikan berita
Foto Aljunaidi PPTK RSUD Pasbar Divonis bebas
Foto Aljunaidi PPTK RSUD Pasbar Divonis bebas

PADANG - Isak tangis terdakwa dan pengunjung mewarnai agenda sidang saat pembacaan vonis saat sidang kasus korupsi pembangunan RSUD Pasaman Barat, Senin (5/2) malam.Hakim memvonis bebas terdakwa korupsi Aljunaidi yang menjadi pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) pembangunan RSUD Pasaman Barat.‎ Sementara terdakwa Ali Amril selaku direktur PT. MAM divonis 5,5 tahun kurungan penjara.

"Terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi. Dengan demikian terdakwa harus dibebaskan," kata Ketua Majelis Hakim Juandra.Juandra mengatakan, majelis hakim tidak sependapat dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Pasaman Barat yang menuntut terdakwa lima tahun penjara dan denda Rp500 juta.

Sementara itu Penasehat Hukum Aljunaidi dari RJ Law Firm, Rahmi Jasim bersyukur kliennya dibebaskan oleh hakim."Fakta persidangan sudah terlihat klien saya tidak bersalah. Alhamdulillah, majelis hakim sependapat dan kami mengucapkan banyak terima kasih kepada majelis hakim," kata Rahmi.

Rahmi Jasim sebelum juga menjadi penasehat Hukum untuk terdakwa esk direktur RSUD Pasbar, Heru Widyawarman, yang juga divonis bebas oleh majelis hakim.Kronologi kasus korupsi ini berawal ketika Pemkab Pasaman Barat menganggarkan pembangunan RSUD Pasaman Barat 2018-2020 dari dana alokasi khusus dan dana alokasi umum dengan pagu anggaran sebesar Rp136.119.063.000.

Dalam pelaksanaan diduga terjadi kekurangan volume pekerjaan yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp16.239.364.605,46. Perjalanan, PN Tipikor Adang telah menjatuhkan vonis bersalah untuk tujuh terdakwa dengan hukuman beragam dari 2-4 tahun.Tujuh orang tersebut adalah empat orang pokja, satu orang pengatur pemenang tender, satu orang manajemen konstruksi dan satu PPK.‎ Hakim juga memutus ada kerugian negara hanya sekitar Rp7,3 miliar. Kemudian, tersangka kasus korupsi ini bertambah delapan orang lagi, dimana tiga dari unsur mantan direktur dan lima pengusaha dan Manado.

Dalam dakwaan, JPU menuntut 8 terdakwa dengan hukuman sama, lima tahun penjara dan denda Rp500 juta. Hasilnya, hakim memutuskan 3 eks direktur bebas dan lima pengusaha Manado divonis 1 tahun penjara. Atas dua putusan hakim PN Tipikor Padang, Kejari Pasbar melakukan upaya banding dan kasasi. Selanjutnya Kejari Pasbar juga menetapkan dua tersangka baru, yaitu direktur PT. MAM, Ali Amril dan PPTK Proyek, Aljunaidi.Direktur PT. MAM mendapat hukuman paling berat dibandingkan dengan 17 terdakwa lainnya.Selain divonis 5,5 tahun penjara, Ali Amril juga divonis membayar uang pengganti Rp1,6 miliar lebih atau subsider 1 tahun penjara dan denda Rp200 juta atau subsider 4 bulan penjara.

"Terdakwa Ali Amril secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi," kata Juandra. Dalam pertimbangan majelis hakim, Ali Amril terbukti mengatur proyek pembangunan RSUD tersebut. Lalu Ali Amril juga terbukti memperkaya diri sendiri dari hasil proyek yang merugikan keuangan negara.Ali Amril sendiri merupakan residivis kasus suap Wali Kota Bekasi yang ditangkap KPK pada Januari 2022 lalu.

Dalam sidang itu, majelis hakim juga menghukum korporasi PT MAM dengan denda Rp 500 juta serta pembekuan izin selama 1 tahun.Majelis hakim juga memutus bebas dua terdakwa dalam.kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kasus korupsi itu atas nama Ali Munar dan Ali Amril.(109)

Editor : Eriandi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Ganefri
Terkini