Jangan Lecehkan Kecerdasan Rakyat, Stop Obok-obok Pilkada Sumbar

×

Jangan Lecehkan Kecerdasan Rakyat, Stop Obok-obok Pilkada Sumbar

Bagikan berita
Foto Jangan Lecehkan Kecerdasan Rakyat, Stop Obok-obok Pilkada Sumbar
Foto Jangan Lecehkan Kecerdasan Rakyat, Stop Obok-obok Pilkada Sumbar

"Dari 70.889 yang reaktif itu sebanyak 73 terkonfirmasi positif Covid-19. Mereka sudah kami istirahatkan dan jika nanti hasil tes SWAb mereka negatif maka baru akan ditugaskan kembali," ujarnya.Bukan hanya petugas KPU saja yang perlu dipastikan tidak menjadi pembawa virus, Izwaryani juga meminta semua pasangan calon memastikan saksi yang akan mereka tempatkan di TPS-TPS juga melaksanakan rapid dan tes swab terlebih dahulu.

Kemudian untuk protokoler kesehatan di TPS, dimulai dari pemilih datang dengan kewajiban menggunakan masker. Jika tidak memiliki masker maka petugas akan memberikan masker cadangan yang sudah disediakan, selama memang masih tersedia."Jumlah masker cadangan ini tidak banyak, jadi kami sangat menghimbau masyarakat memakai masker dari rumah," ujarnya. Untuk tanda tangan diharap pula membawa pena masing-masing. Namun jika tidak membawa, petugas akan meminjamkan pena yang akan acap dibersihkan dengan sanitizer,

Sesampai di TPS pemilih wajib mencuci tangan, suhu tubuh juga diukur. Jika melebihi 37,3 derajat maka tidak diperkenankan memilih di TPS, melainkan memilih di bilik khusus yang telah disediakan di luar TPS. Kartu suara akan dimasukkan oleh petugas.Untuk pemilih yang suhu tubuhnya di bawah 37,3 derajat maka dipeerkenankan memilih di TPS dengan diberi bekal sarung tangan plastik dari petugas. Jika ada antrian maka dipastikan jarak antrian 1 meter sebelum tiba giliran mencoblos.

"Selesai memilih, sarung tangan dilepas, tinta kita teteskan ke jari pemilih sebagai bukti sudah memilih. Kemudian wajib pula mencuci tangan sebelum pulang ke rumah," ujarnya.KPU Sumbar, lanjut Izwaryani menilai protokol kesehatan yang telah ditetapkan ini cukup untuk mengendalikan keamanan kesehatan di TPS. Namun, dia menilai kekhawatiran penyebaran bisa terjadi jika masyarakat tidak langsung pulang ke rumah masing-masing setelah mencoblos, melainkan berkumpul-kumpul dahulu di kedai atau di tempat lain.

"Jadi kami harapkan masyarakat langsung pulang setelah memilih, jangan kumpul-kumpul. Pantau saja hasil penghitungan suara di aplikasi Sirekap," ujarnya. (son/pen/wahyu/titi/roni/kj)

Editor : Eriandi
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini