Bang Fahmi dan Buya Syafii

×

Bang Fahmi dan Buya Syafii

Bagikan berita
Foto Bang Fahmi dan Buya Syafii
Foto Bang Fahmi dan Buya Syafii

Ketika mendapat kabar berpulangnya Buya Syafi'i menjelang tengah hari pada 27 Mei 2022 - menyusul Bang Fahmi yang berpulang pada 22 Mei 2022 - tiba-tiba saya (mungkin juga kita semua) tersadar betapa kehilangannya kita, tak hanya sebagai orang Minang, tapi juga sebagai bangsa Indonesia.Tak dapat disangkal bahwa kedua tokoh ini memang patut mendapat apresiasi sebagai tokoh bangsa, dengan segala kelebihan, kekurangan dan kontroversi yang menyertai perjalanan mereka.

Kurang dari seminggu, Sumatera Barat dan Bangsa Indonesia ditinggalkan oleh dua tokoh besar - Bang Fahmi Idris dan Buya Syafii Ma'rif.Bila kita melakukan napak tilas gerak langkah keduanya, terasa bahwa ketokohan yang ditunjukkan keduanya bersumber dari kekuatan karakter.

Adalah hal yang tidak mudah, untuk berani tampil menyuarakan kebenaran nurani tatkala jalan yang ditempuh sunyi dan penuh onak duri. Jauh dari pujian dan sanjungan, bahkan terkadang dipenuhi cacian, makian dan umpatan.Tanpa harus menyebutkan momen yang spesifik, kita semua tahu bagaimana dalam kiprahnya, kedua tokoh ini menjadi petarung menyuarakan nurani kebenarannya.

Saya tidak sedang memihaki beliau keduanya secara membabi buta. Pernah berinteraksi dengan keduanya, namun tidak dekat secara pribadi. Biarlah kekurangan, kesalahan dan kontroversi di seputar mereka menjadi otoritas Allah untuk menghakiminya.Namun demikian, adalah menjadi kewajiban sosial dan kemanusiaan kita untuk mengenang kebaikan dan kelebihannya. Dan menjadikannya inspirasi buat kita dan anak cucu kita kelak. Kata orang Jawa, _mikul dhuwur mendem jero._

Sebagai orang Minang, saya tidak ingin larut dalam romantika kebanggaan kebesaran dan ketokohan orang Minang di masa lalu dalam kehidupan kebangsaan dan kenegaraan Indonesia di masa kemerdekaan.Namun kepergian keduanya dalam waktu relatif pendek ini, menyadarkan kita bahwa mereka adalah tokoh pasca kemerdekaan asal Sumbar yang memang meninggalkan kebesaran dan ketokohan.

Ternyata inilah yang dimaksud dengan manusia mati meninggalkan nama. Kita baru tersadar saat mereka telah meninggalkan kita untuk selamanya. Kekuatan karakterlah yang menjadikan mereka tokoh dan besar.Dan tidak sebagaimana kekhawatiran yang pernah menyeruak, dan persepsi yang sempat mengemuka, kita mestinya optimis tetap akan ada tokoh besar Minang dari ranah dan rantau yang akan muncul karena kekuatan karakternya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Indonesia.

Mungkin baru akan kita sadari saat ia meninggalkan kita untuk selamanya, sebagaimana Buya Syafii dan Bang Fahmi.Yang penting, teruslah tulus berkiprah, berkontribusi dan memberi manfaat bagi orang banyak.

STH - Ba'da Isya, 27 Mei 2022

Editor : Eriandi, S.Sos
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Ganefri
Terkini